Punya teman kerja yang menyebalkan pasti pernah dialami hampir setiap orang. Faktanya, memang tak semua rekan kerja bisa diajak kerjasama dan menerima masukan atau pendapat yang kita berikan. Tentunya hal itu dapat membuat suasana kerja jadi tak bersemangat.
Untuk itu Anda perlu berhati-hati dalam memilih teman di tempat kerja. Apabila memiliki teman yang membawa sisi negatif, Anda bisa terpengaruh dan ikut jadi menyebalkan juga. Oleh karena itu ada baiknya jika Anda menghindari beberapa tipe rekan kerja, seperti yang dilansir oleh Idiva.
1. Teman yang Suka Cari Muka
Hal yang paling menyebalkan yaitu berada di sekeliling rekan kerja yang suka cari muka dengan atasan. Tentunya situasi seperti ini membuat suasana kerja tidak nyaman. Tipe orang seperti ini biasanya akan mencari segala cara untuk membuatnya terlihat paling baik dan hebat di depan atasan. Dia tak akan segan mengumbar kejelekan orang lain.
2. Penyebar Berita Burung
Salah satu teman yang menyebalkan adalah teman yang selalu menyebarkan isu-isu kepada rekan kerja lainnya tentang hal yang kontroversial atau gosip yang belum tentu pasti kebenarannya. Jadi hindarilah rekan kerja seperti itu sebelum reputasi Anda dirusak olehnya.
3. Tukang Gosip
Bergosip di kantor merupakan hal yang dapat mengganggu pekerjaan dan menjadi tidak produktif. Daripada harus membuang-buang waktu kerja Anda untuk mengobrol dengan teman yang suka bergosip tentang orang lain, lebih baik berteman dengan orang yang dapat memberikan motivasi dan masukan positif kepada Anda. Karena tidak menutup kemungkinan Anda juga akan digosipkan oleh rekan kerja tersebut.
4. Teman yang Suka Cari Perhatian
Jenis teman yang seperti ini cenderung mencari kesalahan orang lain dan menunjukkan bahwa dirinyalah yang benar. Untuk itu hindarilah rekan kerja seperti ini. Jangan sampai Anda menjadi salah satu korban yang seolah-olah seperti disalah-salahkan.
5. Suka Menyalahkan Orang Lain
Rekan kerja yang suka menyalahkan orang lain biasanya ia dilakukan demi menyelamatkan dirinya. Hal tersebut juga dilakukan agar dia tidak salah di mata si bos. Bukankah dekat dengan rekan kerja seperti itu akan lebih banyak rugi daripada untungnya?
Sumber: http://wolipop.detik.com/read/2012/02/29/170212/1854740/1133/5-tipe-rekan-kerja-yang-sebaiknya-dihindari?w992201835
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Wednesday, February 29, 2012
Thursday, January 26, 2012
Tips: Cara Belajar Yang Efektif
Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.
Friday, January 20, 2012
Ini Caranya Untuk Protes Gaji dengan Bos
MEMILIKI rekan kerja dengan penghasilan lebih tinggi tidak bisa dimungkiri dapat memicu rasa iri. Terutama jika rekan kerja tersebut terhitung baru.
Tanpa investigasi yang jelas, kamu tidak dapat begitu saja marah kepada atasan untuk mengajukan protes. Berikut beberapa langkah yang perlu kamu ketahui ketika akan melakukan protes jumlah gaji kepada atasan seperti disitat dari buku 13 Jurus Jitu Sukses di Dunia Kerja.
Langkah pertama, investigasi.
Jangan pernah sekalipun mendatangi atasan untuk melakukan protes tanpa memiliki pengetahuan atau informasi dan argumen yang kuat mengenai keberatanmu terhadap perbedaan gaji dengan rekan kerja.
Beberapa jenis informasi yang perlu kamu gali secara mendalam, di antaranya:
Langkah kedua, atur siasat.
Setelah semua informasi yang dibutuhkan berhasil terkumpul, atur cara bicaramu kepada atasan. Jaga emosi dan sampaikan pernyataanmu dengan tenang dan profesional. Siapkan argumentasi yang kuat tanpa terkesan menggurui. Tekankan kontribusi apa yang akan kamu berikan jika kamu diberikan kenaikan gaji.
Langkah terakhir, eksekusi.
Atur janji temu dengan atasanmu. Lebih baik lagi ketika atasan tengah merasa puas atas kinerjamu. Jangan biarkan kegugupan menghancurkan semua persiapanmu. Tenangkan diri sebelum memulai pembicaraan.
Tidak ada yang menyebutkan nego gaji adalah hal mudah. Jika atasan telah memberikan alasan kuat mengapa ada perbedaan gaji antara kamu dengan rekan kerja baru, terimalah dengan lapang dada dan berusaha lebih baik lagi. Menuntut hak memang penting, tapi tentu harus diimbangi dengan menjalankan kewajibanmu sebagai karyawan dengan baik
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/01/16/370/558090/mau-protes-gaji-dengan-bos-ini-caranya
Tanpa investigasi yang jelas, kamu tidak dapat begitu saja marah kepada atasan untuk mengajukan protes. Berikut beberapa langkah yang perlu kamu ketahui ketika akan melakukan protes jumlah gaji kepada atasan seperti disitat dari buku 13 Jurus Jitu Sukses di Dunia Kerja.
Langkah pertama, investigasi.
Jangan pernah sekalipun mendatangi atasan untuk melakukan protes tanpa memiliki pengetahuan atau informasi dan argumen yang kuat mengenai keberatanmu terhadap perbedaan gaji dengan rekan kerja.
Beberapa jenis informasi yang perlu kamu gali secara mendalam, di antaranya:
- Berapa standar gaji untuk profesimu baik di perusahaan tempatmu bekerja maupun secara global? Informasi ini bisa didapatkan melalui berbagai cara seperti bertanya kepada mantan rekan kerja atau teman seprofesi di perusahaan berbeda.
- Apa kriteria perusahaan dalam menentukan standar gaji karyawan? Apakah berdasarkan prestasi, pendidikan, atau pengalaman kerja?
- Kondisi perusahaan yang meliputi prospek perusahaan ke depan serta perkembangan perusahaan setiap tahun. Manfaatkan jaringan teman yang bekerja di departemen HRD sehingga informasi mengenai kondisi perusahaan dan penentuan gaji mudah diperoleh.
Langkah kedua, atur siasat.
Setelah semua informasi yang dibutuhkan berhasil terkumpul, atur cara bicaramu kepada atasan. Jaga emosi dan sampaikan pernyataanmu dengan tenang dan profesional. Siapkan argumentasi yang kuat tanpa terkesan menggurui. Tekankan kontribusi apa yang akan kamu berikan jika kamu diberikan kenaikan gaji.
Langkah terakhir, eksekusi.
Atur janji temu dengan atasanmu. Lebih baik lagi ketika atasan tengah merasa puas atas kinerjamu. Jangan biarkan kegugupan menghancurkan semua persiapanmu. Tenangkan diri sebelum memulai pembicaraan.
Tidak ada yang menyebutkan nego gaji adalah hal mudah. Jika atasan telah memberikan alasan kuat mengapa ada perbedaan gaji antara kamu dengan rekan kerja baru, terimalah dengan lapang dada dan berusaha lebih baik lagi. Menuntut hak memang penting, tapi tentu harus diimbangi dengan menjalankan kewajibanmu sebagai karyawan dengan baik
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2012/01/16/370/558090/mau-protes-gaji-dengan-bos-ini-caranya
Thursday, December 8, 2011
Artikel: Apakah Sudah Efisien Catatan Kuliahmu?
Kebiasaan mencatat materi pelajaran telah mulai ditinggalkan para pelajar, terutama mahasiswa. Rasa malas menjadi alasan utama mereka meninggalkan kebiasaan tersebut dan memilih meminjam catatan teman.
Lantas, bagaimana jika kamu memang memiliki keinginan melanjutkan kuliah di luar negeri? Pemberian materi yang menggunakan bahasa asing, tentu saja membutuhkan usaha ekstra agar dapat memahaminya.
Casey Nolen Jackson, pembicara dari America Indonesia Foundation (Aminef) mengaku, catatan di kelas sangat membantu dalam proses belajar mahasiswa. Meski bukan ahli dalam metode pencatatan yang efektif, Casey memberikan saran pada para peserta yang hadir.
"Pelajar Indonesia yang kuliah di luar negeri mungkin akan mengalami kesulitan dalam menerima materi di kelas. Maka, bergabunglah dengan mahasiswa lokal atau mahasiswa asing lainnya dalam bentuk kelompok," kata Casey di kantor Aminef, Plaza CIMB Niaga lantai 3, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2011).
Menurut Casey, bergabung dalam sebuah kelompok akan memungkinkan terjadinya forum diskusi dan pertukaran informasi, termasuk materi yang diberikan oleh dosen. Dengan begitu, mahasiswa dapat mengejar ketertinggalannya.
Casey menyebutkan, kemajuan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan materi di dalam kelas. "Sudah banyak alat-alat elektronik yang dapat digunakan untuk mengganti pencatatan secara manual," tuturnya.
Selain itu, Casey juga memutarkan video berupa tips dari seorang mahasiswa Amerika mengenai cara mencatat yang efektif. Berikut tipsnya.
1. Mencatat secara selektif, yakni materi yang dirasa sangat penting saja dan sukar untuk diingat. Maka, setiap perkataan dosen tidak perlu dicatat semuanya.
2. Menggunakan alat elektronik seperti notebook atau laptop dalam mencatat.
3. Catatlah dengan kata-katamu sendiri. Mencatat kata per kata sesuai ucapan dosen justru sering membuat kita tertinggal dalam pelajaran. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, kamu akan lebih mudah memahami materi ketika ujian.
4. Mengulang kembali catatan sehabis kuliah.
Cara belajar tentu berbeda tingkat efisiensinya pada setiap mahasiswa. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Selamat mencoba!(rfa)
Lantas, bagaimana jika kamu memang memiliki keinginan melanjutkan kuliah di luar negeri? Pemberian materi yang menggunakan bahasa asing, tentu saja membutuhkan usaha ekstra agar dapat memahaminya.
Casey Nolen Jackson, pembicara dari America Indonesia Foundation (Aminef) mengaku, catatan di kelas sangat membantu dalam proses belajar mahasiswa. Meski bukan ahli dalam metode pencatatan yang efektif, Casey memberikan saran pada para peserta yang hadir.
"Pelajar Indonesia yang kuliah di luar negeri mungkin akan mengalami kesulitan dalam menerima materi di kelas. Maka, bergabunglah dengan mahasiswa lokal atau mahasiswa asing lainnya dalam bentuk kelompok," kata Casey di kantor Aminef, Plaza CIMB Niaga lantai 3, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2011).
Menurut Casey, bergabung dalam sebuah kelompok akan memungkinkan terjadinya forum diskusi dan pertukaran informasi, termasuk materi yang diberikan oleh dosen. Dengan begitu, mahasiswa dapat mengejar ketertinggalannya.
Casey menyebutkan, kemajuan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mengejar ketertinggalan materi di dalam kelas. "Sudah banyak alat-alat elektronik yang dapat digunakan untuk mengganti pencatatan secara manual," tuturnya.
Selain itu, Casey juga memutarkan video berupa tips dari seorang mahasiswa Amerika mengenai cara mencatat yang efektif. Berikut tipsnya.
1. Mencatat secara selektif, yakni materi yang dirasa sangat penting saja dan sukar untuk diingat. Maka, setiap perkataan dosen tidak perlu dicatat semuanya.
2. Menggunakan alat elektronik seperti notebook atau laptop dalam mencatat.
3. Catatlah dengan kata-katamu sendiri. Mencatat kata per kata sesuai ucapan dosen justru sering membuat kita tertinggal dalam pelajaran. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, kamu akan lebih mudah memahami materi ketika ujian.
4. Mengulang kembali catatan sehabis kuliah.
Cara belajar tentu berbeda tingkat efisiensinya pada setiap mahasiswa. Jadi, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu. Selamat mencoba!(rfa)
Artikel: Berhenti Kerja atau tidak
MEMILIKI pekerjaan memang menyenangkan. Kita bisa mengerjakan sesuatu di bidang yang kita sukai, dan dibayar pula.
Apalagi jika kita bisa membiayai kuliah dengan uang sendiri dan tidak lagi membebani orangtua. Wah, rasanya lebih menyenangkan, deh!
Tapi apakah pekerjaan yang tengah kamu geluti sekarang justru mulai membebanimu? Kamu tidak lagi punya cukup waktu beristirahat, mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau bahkan hang out dengan teman-teman?
Berhenti dari pekerjaan pun menjadi salah satu solusinya. Berat memang, apalagi karena kita telah terbiasa memiliki penghasilan sendiri.
Nah sebelum memutuskan akan berhenti kerja, simak lima kondisi yang dapat menjadi alasanmuresign dari pekerjaanmu sekarang seperti dilansir Her Campus, Minggu (20/11/2011).
1. Komitmenmu berlebihan pada pekerjaan
Serunya dunia kampus adalah kamu bisa melakukan banyak hal selain kuliah. Selain memiliki pekerjaan sampingan, kamu juga bisa menjadi atlet di klub olahraga kampus, berorganisasi di himpunan mahasiswa atau badan eksekutif mahasiswa (BEM), atau aktif di pers kampus. Tapi, kamu juga mungkin akan menyadari bahwa semua kesibukan ini akan menggiringmu ke situasi yang membuatmu kewalahan.
Ketika komitmenmu di berbagai aktivitas tersebut mulai membuat nilai-nilai turun, mungkin itu saatnya kamu berhenti.
Pakar karier, pendiri, dan presiden Come Rocommended Heather R Huhman menyatakan, banyak mahasiswa memiliki beberapa tanggung jawab sekaligus. Dan meskipun pekerjaan sampingan dapat memenuhi kebutuhan finansial, kadang kala itu dapat mengalihkan perhatian mereka dari studi.
"Jika pekerjaan sampinganmu menyebabkan prestasi akademikmu jeblok, maka itulah saatnya kamu berhenti kerja. Lagi pula, kamu juga telah menghabiskan banyak biaya untuk pendidikanmu, kan?" ujar Heather.
2. Atasan tidak menghormatimu
Jika atasanmu berlaku semena-mena terhadapmu, maka kemungkinan kamu akan merasa bekerja berlebihan dan frustrasi sangat besar. Bagaimanapun juga, ada perbedaan besar antara tidak menyukai si bos, dan ini bisa diperbaiki, atau si bos tidak menghormati pekerjaanmu.
Jika atasan menindas (bullying), melecehkan, atau tidak menghormati hakmu, maka kamu boleh berhenti dari pekerjaanmu. Kamu bahkan bisa melaporkan si bos.
3. Dapat kesempatan magang di bidangmu
Pada akhirnya, cara terbaik untuk memastikan kamu mendapat pekerjaan yang tidak hanya kamu inginkan, tetapi juga nikmati setelah lulus adalah dengan menjalani sebanyak mungkin kesempatan magang.
"Meski banyak perusahaan tidak menggaji karyawan magang mereka, perusahaan-perusahaan ini menyediakan pengalaman yang kamu butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus," imbuh Heather.
Kamu mungkin akan ragu untuk meninggalkan pekerjaan sampingan dengan gaji lumayan yang kini kamu jalani. Tapi dalam jangka panjang, mengikuti magang akan memberimu kesempatan dalam membuka jaringan di program studi yang kamu ambil. Bahkan, kamu akan mendapatkan banyak ide untuk dikembangkan setelah lulus.
4. Kamu tidak mempelajari apa pun
Memiliki pekerjaan sampingan mungkin akan membantumu membayar tagihan listrik dan membeli buku kuliah.
Tapi yang paling penting, pekerjaan itu seharusnya mengajarimu kemampuan tertentu. Misalnya, belajar untuk bekerja sama dalam tim, bagaimana berkomunikasi, atau kemampuan spesifik yang dapat sangat berguna ketika kamu memasuki dunia kerja.
Bagaimanapun juga, ketika pekerjaan sampinganmu tidak mengajarimu sesuatu yang baru, mungkin itu saatnya bagimu untuk mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut patut diteruskan. Memang, kamu bisa meneruskannya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tapi, mencari pekerjaan sampingan yang akan membantu target kariermu pun akan jauh lebih baik.
5. Pekerjaan membuatmu kelelahan
Jika pekerjaan sampinganmu memengaruhi waktu dan kualitas tidurmu, atau membuatmu sinis terhadap hidup, ada baiknya kamu mempertimbangkan kembali seberapa penting pekerjaan itu untukmu.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengevaluasi keseimbangan kehidupan kerjamu saat ini. Kemudian, kamu bisa mengaplikasikan strategi baru untuk meraih pemikiran yang lebih baik.
Beberapa strategi tersebut termasuk:
- belajar mengatakan "tidak"
- 'memutuskan hubungan' dengan dunia kerja ketika berada di kelas atau di rumah
- memelihara kebiasaan dan waktu tidur yang cukup, termasuk juga menjaga asupan makanan dan menyediakan waktu untuk berolah raga secara teratur.
Ingatlah, kamu berkuliah hanya untuk beberapa tahun. Bersenang-senanglah, dan jangan sampai kamu sudah merasa kelelahan ketika seharusnya memasuki dunia kerja. (rfa)
Apalagi jika kita bisa membiayai kuliah dengan uang sendiri dan tidak lagi membebani orangtua. Wah, rasanya lebih menyenangkan, deh!
Tapi apakah pekerjaan yang tengah kamu geluti sekarang justru mulai membebanimu? Kamu tidak lagi punya cukup waktu beristirahat, mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau bahkan hang out dengan teman-teman?
Berhenti dari pekerjaan pun menjadi salah satu solusinya. Berat memang, apalagi karena kita telah terbiasa memiliki penghasilan sendiri.
Nah sebelum memutuskan akan berhenti kerja, simak lima kondisi yang dapat menjadi alasanmuresign dari pekerjaanmu sekarang seperti dilansir Her Campus, Minggu (20/11/2011).
1. Komitmenmu berlebihan pada pekerjaan
Serunya dunia kampus adalah kamu bisa melakukan banyak hal selain kuliah. Selain memiliki pekerjaan sampingan, kamu juga bisa menjadi atlet di klub olahraga kampus, berorganisasi di himpunan mahasiswa atau badan eksekutif mahasiswa (BEM), atau aktif di pers kampus. Tapi, kamu juga mungkin akan menyadari bahwa semua kesibukan ini akan menggiringmu ke situasi yang membuatmu kewalahan.
Ketika komitmenmu di berbagai aktivitas tersebut mulai membuat nilai-nilai turun, mungkin itu saatnya kamu berhenti.
Pakar karier, pendiri, dan presiden Come Rocommended Heather R Huhman menyatakan, banyak mahasiswa memiliki beberapa tanggung jawab sekaligus. Dan meskipun pekerjaan sampingan dapat memenuhi kebutuhan finansial, kadang kala itu dapat mengalihkan perhatian mereka dari studi.
"Jika pekerjaan sampinganmu menyebabkan prestasi akademikmu jeblok, maka itulah saatnya kamu berhenti kerja. Lagi pula, kamu juga telah menghabiskan banyak biaya untuk pendidikanmu, kan?" ujar Heather.
2. Atasan tidak menghormatimu
Jika atasanmu berlaku semena-mena terhadapmu, maka kemungkinan kamu akan merasa bekerja berlebihan dan frustrasi sangat besar. Bagaimanapun juga, ada perbedaan besar antara tidak menyukai si bos, dan ini bisa diperbaiki, atau si bos tidak menghormati pekerjaanmu.
Jika atasan menindas (bullying), melecehkan, atau tidak menghormati hakmu, maka kamu boleh berhenti dari pekerjaanmu. Kamu bahkan bisa melaporkan si bos.
3. Dapat kesempatan magang di bidangmu
Pada akhirnya, cara terbaik untuk memastikan kamu mendapat pekerjaan yang tidak hanya kamu inginkan, tetapi juga nikmati setelah lulus adalah dengan menjalani sebanyak mungkin kesempatan magang.
"Meski banyak perusahaan tidak menggaji karyawan magang mereka, perusahaan-perusahaan ini menyediakan pengalaman yang kamu butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus," imbuh Heather.
Kamu mungkin akan ragu untuk meninggalkan pekerjaan sampingan dengan gaji lumayan yang kini kamu jalani. Tapi dalam jangka panjang, mengikuti magang akan memberimu kesempatan dalam membuka jaringan di program studi yang kamu ambil. Bahkan, kamu akan mendapatkan banyak ide untuk dikembangkan setelah lulus.
4. Kamu tidak mempelajari apa pun
Memiliki pekerjaan sampingan mungkin akan membantumu membayar tagihan listrik dan membeli buku kuliah.
Tapi yang paling penting, pekerjaan itu seharusnya mengajarimu kemampuan tertentu. Misalnya, belajar untuk bekerja sama dalam tim, bagaimana berkomunikasi, atau kemampuan spesifik yang dapat sangat berguna ketika kamu memasuki dunia kerja.
Bagaimanapun juga, ketika pekerjaan sampinganmu tidak mengajarimu sesuatu yang baru, mungkin itu saatnya bagimu untuk mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut patut diteruskan. Memang, kamu bisa meneruskannya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tapi, mencari pekerjaan sampingan yang akan membantu target kariermu pun akan jauh lebih baik.
5. Pekerjaan membuatmu kelelahan
Jika pekerjaan sampinganmu memengaruhi waktu dan kualitas tidurmu, atau membuatmu sinis terhadap hidup, ada baiknya kamu mempertimbangkan kembali seberapa penting pekerjaan itu untukmu.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengevaluasi keseimbangan kehidupan kerjamu saat ini. Kemudian, kamu bisa mengaplikasikan strategi baru untuk meraih pemikiran yang lebih baik.
Beberapa strategi tersebut termasuk:
- belajar mengatakan "tidak"
- 'memutuskan hubungan' dengan dunia kerja ketika berada di kelas atau di rumah
- memelihara kebiasaan dan waktu tidur yang cukup, termasuk juga menjaga asupan makanan dan menyediakan waktu untuk berolah raga secara teratur.
Ingatlah, kamu berkuliah hanya untuk beberapa tahun. Bersenang-senanglah, dan jangan sampai kamu sudah merasa kelelahan ketika seharusnya memasuki dunia kerja. (rfa)
Subscribe to:
Posts (Atom)

















